Inilah Kriteria Jalan di Jakarta yang Akan Terkena Perluasan Ganjil-Genap

Sistem ganjil-genap di Jakarta kali ini akan diperluas lagi wilayah penerapannya, hal tersebut dilakukan untuk mengurangi polusi udara di wilayah Jakarta. Meskipun ada analisis rute yang belum selesai, tapi berikut ini adalah bocoran untuk rute yang akan terkena perluasan program ganjil-genap.

Syafrin Liputo yang merupakan Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta menjelaskan bahwa Anies Baswedan telah memerintahkan untuk segera mengumumkan rute dari perluasan ganjil-genap. Namun hingga saat ini masih belum bisa diumumkan ke public karena analisis masih belum selesai.

GPS Tracker SUPERSPRING

GPS Tracker SUPERSPRING

“Memang arahan Pak Gubernur ini harus segera diumumkan, tapi ternyata exercise-nya tidak mudah, perlu kami detailkan secara paripurna sebelum kami serahkan ke Pak Gubernur,” ujar Syafrin, Selasa (6/8/2019).

Syafrin juga menjelaskan kalua ada informasi mengenai rute-rute perluasan ganjil-genap yang beredar di jejaring sosial dan juga internet adalah hoax, karena hingga kini masih belum ada rute perluasan ganjil-genap yang diumumkan ke public. Nantinya pengumuman itu juga sekalian mencakup soal apakah ganjil-genap akan berlaku untuk motor atau tidak.

“Kami akan serahkan hasil kajiannya ke Pak Gubernur, paling lambat hari Jumat (9/8) besok,” kata Syafrin.

Syafrin juga ingin agar masyarakan mendapat informasi yang berasal dari sumber yang jelas, bukan hanya dari kabar yang viral beredar.

Dishub DKI sendiri saat ini sudah selesai mengevaluasi pencapaian satu semester dari pemberlakuan program ganjil-genap. Saat ini Dishub DKI sedang melakukan Analisa perluasan ganjil-genap dengan proses saat ini sudah mencapai 60 persen.

Ruas jalan yang akan terkena ganjil-genap

Sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2011 tentang Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas, ruas jalan di ibu kota yang akan terkena program perluasan ganjil-genap akan ditentukan berdasarkan pertimbangan-pertimbangan analisis.

Berikut ini adalah kriteria jalanan di Ibu kota yang akan terkena perluasan ganjil-genap.

1. Visi Rasio di atas 0,7

padat kendaraan

padat kendaraan

Visi rasio adalah perbandingan antara kapasitas dan juga volume lalu lintas. Ukuran visi rasio adalah dengan skala dari 0 hingga 1. Skala 1 berarti jalan tersebut sudah jenuh atau padat kendaraan.

2. Kecepatan kendaraan di bawah 30 km/jam ketika jam sibuk

speedometer mobil

speedometer mobil

Ganjil genap akan diterapkan pada ruas jalan yang ketika waktu sibuk, kecepatan rata-ratanya hanya 30 km/jam.

3. Sudah ada angkutan di jaringan jalan tersebut

Transportasi umum jakarta

Transportasi umum jakarta

Yang ketiga yang jadi faktor penentu dari diterapkannya ganjil genap adalah, apakah di jaringan jalan tersebut sudah ada angkutan umum atau belum seperti MRT, LRT, Transjakarta dll.