Sambut Hari Koperasi Indonesia, Begini Sejarahnya

Indonesia memiliki lembaga ekonomi bernama koperasi yang baru bisa diwujudkan setelah kemerdekaan Indonesia, tepatnya pada tanggal 12 juli 1947 yang akhirnya ditetapkan sebagai Hari Koperasi Indonesia.

Ada satu momen penting yang menjadi sorotan pada awal mula penetapan hari peringatan tersebut. Dalam buku Pengetahuan Perkoperasian (1977) yang ditulis oleh Dahlan Djazh, pererakan Koperasi di Indonesia dimulai ketika mengadakan kongres nasional pada tanggal 12 juli 1947 di Tasikmalaya, Jawa Barat yang akhirnya ditetapkan menjadi Hari Koperasi Indonesia.

Selain ditetapkan sebagai Hari Koperasi Indonesia, tanggal 12 juli juga menjadi kongres pertama yang menghasilkan beberapa keputusan lain seperti dibentuknya SOKRI (Sentral Organisasi Koperasi Rakyat Indonesia) dan juga menunjuk para pengurus-pengurusnya.

Kongres Koperasi I akhirnya dilangsungkan di PKKT (Pusat Koperasi Kabupaten atau Kota Tasikmalaya) dengan alasan karena pada saat itu kota Bandung sedang diduduki oleh belanda yang kembali datang setelah Indonesia Merdeka, dan akhirnya dipilihlah kota Tasikmalaya sebagai tempat berlangsungnya Kongres Koperasi I.

 

GPS Tracker Indonesia
GPS Tracker

Di dekat lokasi penyelenggaraan kongres yang pertama juga didirikan sebuah Tugu Koperasi yang menjadi penegas bahwa pergerakan koperasi secara nasional terbentuk di bawah naungan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang saat itu masih berseteru dengan Belanda.

Sejarah Perkembangan Koperasi

Dikutip dari buku Koperasi: Sebuah Pengantar (1980) terbitan Departemen Perdagangan dan Koperasi, Kongres Koperasi Nasional kedua baru bisa dilaksanakan pada 15-17 Juli 1953, atau berselang cukup lama setelah kongres yang pertama.

Hal itu disebabkan karena situasi setelah kongres pertama belum stabil seiring terjadinya pergolakan kontra Belanda atau masa perang mempertahankan kemerdekaan (1945-1949). Kondisi mulai membaik setelah penyerahan kedaulatan dari Belanda kepada Indonesia pada akhir Desember 1949.

Dalam kongres kedua di Bandung itu, perwakilan koperasi dari hampir seluruh wilayah Indonesia hadir. Muslimin Nasution dalam buku Koperasi: Konsepsi, Pemikiran, dan Peluang Membangun Masa Depan Bangsa (1999) mengungkapkan, kongres ini memutuskan perubahan nama SOKRI menjadi Dewan Koperasi Indonesia (DKI).

Kongres Koperasi yang kedua juga menetapkan Mohammad Hatta sebagai Bapak Koperasi Indonesia. Wakil Presiden RI pertama ini dianggap sangat berjasa bagi perkembangan perekonomian Indonesia, juga berkat pidatonya dalam peringatan Hari Koperasi Nasional pada 21 Juli 1951.

Kedudukan koperasi di Indonesia semakin kuat setelah memperoleh badan hukum menurut Undang-Undang No.12 Tahun 1967. Disebutkan, koperasi adalah organisasi ekonomi rakyat yang berwatak sosial, beranggotakan orang-orang atau badan hukum dengan tata susunan ekonomi sebagai usaha bersama serta berdasarkan asas kekeluargaan.

Lembaga koperasi pun berkembang pesat di seluruh wilayah Indonesia, bahkan menjadi menjadi tulang punggung sekaligus salah satu pilar utama ekonomi nasional hingga saat ini. Maka tidak heran jika koperasi disebut sebagai soko guru perekonomian Indonesia.